(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Superman (4)
Membaca adalah salah satu sarana untuk hidup, sementara bernafas adalah alat kehidupan. Dengan membaca boleh jadi kita dapat mengatur nafas kita dengan benar, seiring, seirama dengan nafas kehidupan... Membaca bukan pilihan, pilihan terletak pada apa yang akan Anda baca, dan bagaimana cara Anda membaca...Menulis bukan pilihan. Pilihan terletak pada apa yang akan Anda tulis, dengan apa Anda menulis, bagaimana cara Anda menulis...Semoga bermanfaat...
Pada VCD ini, informasi Judge Dredd ditampilkan dengan pengutamaan bahwa ia merupakan tokoh fantasi yang boleh jadi diharapkan untuk ada dalam realitas, semata-mata untuk menghakimi para penjahat. Judge Dredd, seiring dengan perjalanan waktu, dikabarkan telah memiliki sifat-sifat manusiawi, yang ditampilkan melalui beberapa cuplikan gambar dari komik Judge Dredd. Hakim fasis yang semena-mena, adalah Judge Dredd. Kalau tidak salah, Judge Dredd diciptakan di London, bukan Amerika sebagai “mainstream” komik super hero. Nara sumber untuk Judge Dredd di antara-nya Pat Mills (co-creator Judge Dredd), Matt Smith dan Kev Walker (Judge Dredd writers).
Diana, adalah Putri Amazon, yang diciptakan dari Ratu dan (Perawan) Hyppolita. Amazon adalah Surga tempat para wanita hidup tanpa pria. Para wanita memiliki kehidupan sendiri, tanpa perlu (atau memerlukan) pria. Pulau firdaus ini, kedatangan pilot pesawat Amerika yang jatuh pada saat perang dunia kedua, dan Wonder Woman, diutus oleh Queen Hyppolyta untuk menyampaikan pesan kepada dunia, tentang persamaan hak atas wanita. Seorang nara sumber (Trina Robbins; Comic Book Writer) mengatakan, Wonder Woman adalah feminis dalam arti sesungguhnya, tanpa perlu ia mengatakan kepada dunia bahwa dirinya adalah seorang feminis. Seorang wanita dapat berbuat sebaik dan sesempurna lelaki, yang menyebabkan kekurangan atau ketidaksempurnaan tersebut adalah kurangnya latihan atau ilmu pengetahuan yang diberikan.
Wonder Woman, dari masa ke masa memiliki pergantian kostum. Pada masa awal Wonder Woman, tidak tampil seseksi seperti saat ini, salah satu nara sumber mengatakan saat ini, semakin sedikit pakaian, semakin banyak area terbuka. Secara pribadi, saya melihat hal ini tidak hanya berlaku pada Wonder Woman, bahkan pada tiap Super Heroine dunia. Contoh pada tampilan Elektra awal hingga saat ini, atau pada tampilan Supergirl (sama-sama dari DC Comics), dan lain-lain. Tentu hal ini menyiratkan bahwa kebutuhan dunia yang dulu dan saat ini telah berbeda.
Pada VCD tersebut, terdapat pernyataan menarik; bahwa kalau kita memperhatikan Wonder Woman, ia tidak akan dapat melepaskan diri dari ikatan (tali) sekalipun, apabila yang mengikat adalah pria. Hal ini menyiratkan bahwa, William Moulton Marston ingin mengatakan patriakhi adalah hal yang niscaya…Tapi sebagai pencipta lie detector – dalam Wonder Woman diibaratkan dengan laso yang dimiliki Wonder Woman – ia juga mengakui bahwa setiap penganut patriakhi atau/terutama lelaki, ingin mendapatkan pendamping yang sempurna…sekalipun secara fantasi…nah…Wonder Woman…(bersambung) 290808
Warna Hulk yang hijau, menurut Stan Lee, bukanlah warna yang dipikirkan secara matang. Super Hero perlu berkostum, pada awalnya Hulk berwarna kelabu, tapi karena kegagalan proses pewarnaan, terjadi beberapa warna Hulk yang berubah-ubah. Stan Lee ketika itu menanyakan kepada para staffnya, warna apa yang belum dipakai oleh Super Hero (Marvel) saat itu, akhirnya diketahui Hijau, jadilah Hulk hijau. Pada awalnya warna hijau hanya terjadi apabila perubahan Hulk diakibatkan kemarahan besar si manusia bersangkutan, tapi seiring dengan waktu, warna itu seperti menjadi trade mark Hulk.
Saya hanya memiliki beberapa buah komik Hulk, jadi tidak dapat berpendapat banyak, apalagi versi yang saya miliki (seingat saya) versi yang biasa-biasa saja. Tapi, karena masukan dari CD, saya jadi berasumsi bahwa penciptaan She-Hulk (edisi wanita dari Hulk) merupakan bagian dari kerja keras Stan Lee untuk memanusiakan Hulk. Sebab pada She-Hulk, seingat saya dikisahkan pula bahwa She-Hulk sempat tampil modis (bandingkan ketika Wonder Woman juga tampil sebagai bintang televisi; di salah satu edisi komiknya). Bagaimana pendapat Anda?…. (bersambung) 280808
Pada peringkat ke delapan, Akira, Komik Jepang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manga. Manga, menurut VCD ini, dapat berarti irresponsible picture, atau gambar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (ini penerjemahan bebas ala saya pribadi). Bisnis Manga di Jepang, pada masa VCD ini dibuat, menghasilkan laba 6 milyar dollar Amerika, atau setara (menurut Discovery) dengan laba bisnis komik di negara-negara non Jepang dikumpulkan menjadi satu.Maka dapat dianggap bahwa komik, dalam tataran budaya Jepang, atau mungkin dalam tataran budaya baru Jepang, adalah media penyebaran informasi maupun wacana yang menjanjikan.
Seorang fan Akira menyatakan bahwa Akira dapat diterima dengan baik di Jepang, karena menampilkan sisi manusiawi dari manusia serta menampilkan gambar tokoh yang menarik. Sementara Jonathan Clements; seorang Manga Expert, menyatakan bahwa berkembangnya Manga di Jepang, tidak lepas dari pemberontakan atas budaya Jepang yang “cenderung dianggap” mengekang kebebasan berekspresi pada saat Manga dipopulerkan.
Secara pribadi, saya belum pernah membaca Akira, saya masih jauh lebih mengenal Kungfu Boy, atau manga dewasa dari Komik Jepang dibandingkan Akira. Untuk komik dari Timur, saya lebih suka membaca dan memiliki komik-komik Hongkong seperti karya Tiger Wong dan yang klasik Aisha Tiger Lady (masih ada sambungannya gak sssiiihhh?…hiks) Boleh jadi, mulai saat ini saya akan mencoba mencermati Akira….(bersambung) 270808
Pada urutan ke sembilan, Sara Pezzini, seorang polisi wanita dari Kota New York, mendapatkan berkah (?) kekuatan super power, atas temuan Sarung Tangan Pusaka, yang memang mencari “pemakainya”. Sarung Tangan ini tidak hanya mengharuskan Sara untuk berubah menjadi Witchblade, melainkan juga ia harus dapat mengontrolnya.
Sara Pezzini atau Witchblade, dari Top Cow Comics. Selalu tampil seksi, secara gambar, kualitas detail yang saya tangkap dapat diacungkan jempol. Lekuk tubuh wanita, sebagai bentuk keindahan alamiah yang harus diapresiasi siapa pun juga, tampil hidup. Witchblade, menurut salah seorang nara sumber dalam VCD ini, tampil tidak biasa, “berdada besar, tapi berpinggang kecil”… Keseksian Witch Blade berbeda dengan keseksian Sara Pezzini. Pada komik yang saya miliki, tampilan Sara pada sisi manusiawinya, jauh lebih indah dibandingkan dengan tampilan Witchblade. Mungkin karena “sisi artefak” dari sarung tangan, yang membuatnya seperti sesuatu yang “kuno”.
Sara Pezzini, diapresiasi tidak hanya oleh penggemar komik pria, melainkan juga wanita. Hal ini menurut salah seorang nara sumber, karena ia menegaskan bahwa wanita, dapat tetap tampil perkasa, tanpa harus menghilangkan keindahan kewanitaan yang ia miliki. Tampilan gambar – gambar Sara Pezzini dan Witch Blade pada VCD ini, mungkin dapat menggambarkan bahwa detail adalah hal yang indah…
Secara pribadi, saya memiliki komik Witchblade, membelinya karena tampilan gambarnya, wanita cantik dan seksi (maaf, pada saat itu saya tidak memperhatikan posisi dada yang lebih besar daripada pinggangnya). Dan hingga saat ini, saya tetap memprioritaskan Witchblade dalam perburuan komik saya, setelah Wonder Woman… Untuk super hero pria…pilihan saya, akan bersinggungan dengan pilihan Discovery Channel…..O ya bagaimana dengan pilihan Anda?…. (bersambung) 260808
Tintin adalah satu-satunya pahlawan tanpa kekuatan super pada Top Ten Comic Heroes, hal ini menunjukkan bahwa siapa pun, pada kehidupan dirinya dapat menjadi pahlawan, dengan memaknai tiap pengalaman yang ia miliki secara lebih detail, lebih investigatif. Para nara sumber pada VCD ini mengapresiasi Tintin, yang dapat diterima oleh pembaca, baik pada kalangan pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak. Mereka juga menyampaikan bahwa Snowy, Haddock dan Calculus, beserta si Kembar Thompson, juga ikut menyemarakkan Tintin, tanpa harus Tintin kehilangan peran besarnya dalam suatu episode cerita.