"Dengan tidak memiliki jam tangan aku benar-benar merasa lebih santai terhadap waktu," katanya kepadaku. "Lebih mudah bagiku untuk memperlambat ritme karena tidak ada lagi waktu yang terus mengingatkanku, 'Jangan. Anda tak boleh bergerak pelan, Anda seharusnya tidak menyia-nyiakanku. Anda harus buru-buru." (Dialog antara Pengarang dengan David Rooney; kurator waktu pada Science Museum; London. hal.46)
Buku ini benar-benar membuat saya bingung, bayangkan, pada awalnya ketika saya membaca cover depan, terdapat pengantar dari Jusuf Sutanto (Master Tai Chi)... Pengetahuan saya tentang Tai Chi, ia tidak bergerak lambat, melainkan bergerak sesuai dengan irama keharusan, yang merupakan perpaduan dari waktu kelenturan tubuh bergerak, pernafasan yang menjiwai gerakan, serta keheningan yang mendasari pijakan bergerak...
Parahnya lagi, saya mendapatkan buku ini, tidak lama setelah saya harus "mengisolasi" diri, karena baru saja menginap lebih dari sepuluh malam, di RS Persahabatan. Isolasi itu saya anggarkan secara sengaja, agar badan saya dan ritme tubuh kembali seperti sedia kala (agak sok tahu niih)
In Praise of Slow, ternyata mengajarkan kepada saya, bukanlah kelambatan yang kita akan jalani sebagai pijakan bergerak, melainkan kita harus menikmati setiap aktivitas yang kita lakukan. Kunci menikmati sesuatu, seringkali harus mendengarkan dengan seksama, mengikuti dengan teliti, dan menelaah dengan benar...Ini kunci yang saya dapat..
Maka, dalam buku ini, disinggung keinginan orang tua untuk memajukan anak mereka secara sosial dan akademis, tidak hanya dapat menghilangkan waktu anak-anak mereka untuk bermain, melainkan juga menumpulkan sisi kreativitas anak. Dalam buku, Carl membandingkan informasi yang ia dapat antara Anak-Anak yang mendapatkan waktunya secara memadai (termasuk waktu bermain) dengan yang tidak dapat. Ia menganggarkan bahwa, memberikan anak waktu yang seharusnya mereka miliki, adalah sarana bagi anak-anak untuk dapat berwatak tenang dan sabar. Ketenangan dan kesabaran, pada akhirnya amat dibutuhkan pada saat sang anak dewasa.
Dalam hal makan secara lambat, menikmati proses pembuatan makan adalah kunci sebelum makanan kita nikmati, dan menikmati proses mengunyah, adalah bagian yang tidak hanya mengasyikkan, melainkan juga membantu pencernaan kita untuk bekerja lebih ringan. Secara praksis, pengalaman saya membuktikan, teman-teman saya yang makan dengan lambat (mungkin mereka dapat mengunyah dengan kerap dan secara sempurna) tidak ada yang over-seize atau kelebihan berat badan, dibandingkan saya, atau rekan-rekan lain, yang biasa terburu-buru dalam mengunyah makanan...
Jadi, secara sekilas, saya menemukan bahwa buku ini, mengingatkan kembali, bahwa menikmati proses dengan utuh adalah hal yang tidak mungkin Anda lupakan. Ketika Anda lalai, atau berusaha melupakannya, sesungguhnya Anda membiarkan diri Anda diatur oleh hal yang paling berbahaya di dunia; yaitu waktu...
Pengalaman Carl Honore yang disajikan pada buku ini (dalam 10 bab yang menjadi sub kisah) , menunjukkan bahwa proses lambat adalah proses penyempurnaan suatu tindakan secara utuh. Ia merupakan proses pengendalian diri yang berbasiskan dari pengendalian waktu yang kita miliki. Maka, Inspirasi menjadi lambat, adalah menjadi lebih tenang, efisien dan tepat waktu serta kebutuhan.
Setiap obyek memiliki Tempo Giusto-nya sendiri... "Menjadi anggota Gerakan Lambat, tidak berarti bahwa Anda harus pelan dalam segala hal - kami juga melakukan perjalanan dengan pesawat terbang! - atau bahwa Anda harus selalu sangat serius dan sangat filosofis, atau bahwa Anda memiliki keinginan untuk merusak kesenangan orang lain.",ujar Michaela Schmoczer, seorang sekretaris, anggota dari The Society for The Deceleration of Time kepada Carl Honore (halaman 29). Boleh jadi, buku ini mengajarkan saya untuk lebih menghargai waktu, tanpa saya harus merasa terganggu, bahwa waktu itu seperti pedang (pepatah Arab) atau uang (sebagaimana yang banyak dianut oleh orang Amerika)
Maka, berilah segala sesuatu dengan porsi (waktu) yang tepat, niscaya kita dapat menghilangkan ketergesaan (minimal) dan menjadi penguasa atas waktu yang kita miliki (pada tataran pengetahuan yang paripurna).
Membaca adalah salah satu sarana untuk hidup, sementara bernafas adalah alat kehidupan. Dengan membaca boleh jadi kita dapat mengatur nafas kita dengan benar, seiring, seirama dengan nafas kehidupan... Membaca bukan pilihan, pilihan terletak pada apa yang akan Anda baca, dan bagaimana cara Anda membaca...Menulis bukan pilihan. Pilihan terletak pada apa yang akan Anda tulis, dengan apa Anda menulis, bagaimana cara Anda menulis...Semoga bermanfaat...
Senin, 15 September 2008
KELAMBATAN ADALAH PENGUASAAN ATAS WAKTU???
Minggu, 14 September 2008
Ayat – Ayat Fitna
Oleh M.Quraish Shihab
Penerbit : Pusat Studi Al-Qur’an Dan Lentera Hati (Jakarta)
Tahun Terbit : April 2008
Jumlah halaman 83 halaman +XIV halaman
M. Quraish Shihab, sebagai salah seorang ahli Tafsir Al-Qur-an yang dimiliki Indonesia, melihat perlu keberadaan suatu buku atau tulisan, yang bersifat sebagai alat untuk menunjukkan; kepada siapa pun juga, terutama mereka yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat pengantar…untuk memahami bahwa ajaran Islam, sangatlah bertolak belakang dengan apa yang ditampilkan oleh video Geert Wilders. Oleh karena itu, buku ini, mencermati ayat-ayat Al-Quran yang disitir dalam video tersebut; secara lengkap. Dalam hal ini, Quraish Shihab juga menunjukkan bahwa penggunaan ayat pada film tersebut, tidak hanya sarat dengan kepentingan pembuat film, melainkan juga dipenggal sesuka hati Geert Wilders.
Memahami agama – apa pun Agamanya – bukanlah perkara yang mudah…Sejak awal kita mulai menginginkan untuk mengenal suatu agama, pada saat itu kita akan dihadapkan pada perjalanan panjang dan berliku dalam beragama. Pada titik ini, mengenal agama secara awal, haruslah dimulai dari niat baik. Begitu pula pada saat kita ingin menampilkan “kelebihan dan kekurangan” agama (seandainya itu ada). Tapi perlu dijadikan pertimbangan bahwa, pada tataran minimal, apabila kita ingin mengungkapan sesuatu hal (bahkan pada wacana non agama sekalipun) memotong ayat atau penjelasan ilahiah dari suatu agama, merupakan hal yang tidak dapat diterima oleh akal sehat..
Maka, buku kecil yang dapat diunduh dari www.lenterahati.com, dapat dijadikan sarana awal untuk siapa pun, untuk lebih mempertimbangkan secara mendalam, keberadaan agama – apa pun agama nya – sebagai sarana pembawa kedamaian. Islam, sebagaimana akar kata Islam dapat berarti selamat maupun damai, maka kedamaian atau keselamatan adalah keniscayaan…bukan sebagai pilihan…
Terakhir, buku ini tentu tidak dapat mengubah sudut pandang siapa pun yang bersebrangan dan melihat dengan pandangan negatif (karena ia memang ada bukan untuk itu), tapi ia layak dijadikan sandaran…bahwa beragama adalah proses yang penuh kedamaian…sehingga membaca Agama, bukanlah perkara (secara niscaya) yang mudah…Wallahu A’lam Bisshowwab.
Kamis, 11 September 2008
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) XI
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Batman (1)
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) X
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment Release Year : 2003
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) IX
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment Release Year : 2003
X-Men (3)
Pada masa kehidupan X-Men, banyak pihak manusia biasa yang tidak suka akan keberadaan para mutant. Hal ini menyebabkan sebagian mutant marah, dan mencoba untuk membalaskan sakit hati mereka terhadap manusia (evil mutant). Manusiapun, tak ketinggalan, memburu para mutant. Keberadaan X-Men, diupayakan untuk mendekatkan manusia dengan mutant. Manusia biasa dapat menerima mutant, dan mutant dapat menerima manusia. Termasuk, menyadarkan evil mutant untuk kembali ke jalan yang benar (dan atau bila tidak bisa; memusnahkannya).
Stan Lee menyebutkan bahwa komik ini memiliki pesan moral kepada siapa saja yang membacanya, bahwa tidak perlu membeda-bedakan individu, berdasarkan ras, agama warna kulit dan apa pun. Sebagai analogi, sekalipun banyak manusia tidak dapat menerima keberadaan mutant, X-Men, sebagai sekumpulan mutant, malah membela manusia biasa.
Pada tahun 1975, X-Men ditambah dengan Wolverine, individu yang kabarnya jauh lebih dikenal dibandingkan X-Men itu sendiri. Wolverine, individu yang terbuang, menyimpan dendam terhadap manusia, pada akhirnya diberi penyadaran, dan berbalik membela manusia…Secara pribadi, saya lebih banyak memiliki koleksi The New Avengers dibandingkan X-Men, tapi saya pun dapat mengapresiasi pesan moral, sejujurnya, seandainya kita dapat meresapi tiap filosofi pada cerita-cerita ringan (termasuk dari Kho Ping Hoo), mudah-mudahan kita dapat belajar hidup secara lebih bijak dibandingkan saat ini…Semoga….(bersambung) 010908
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) VIII
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Superman (4)
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) VII
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Judge Dredd (5)
Pada VCD ini, informasi Judge Dredd ditampilkan dengan pengutamaan bahwa ia merupakan tokoh fantasi yang boleh jadi diharapkan untuk ada dalam realitas, semata-mata untuk menghakimi para penjahat. Judge Dredd, seiring dengan perjalanan waktu, dikabarkan telah memiliki sifat-sifat manusiawi, yang ditampilkan melalui beberapa cuplikan gambar dari komik Judge Dredd. Hakim fasis yang semena-mena, adalah Judge Dredd. Kalau tidak salah, Judge Dredd diciptakan di London, bukan Amerika sebagai “mainstream” komik super hero. Nara sumber untuk Judge Dredd di antara-nya Pat Mills (co-creator Judge Dredd), Matt Smith dan Kev Walker (Judge Dredd writers).
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) VI
(VCD)
with Indonesian Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Wonder Woman (6)
Diana, adalah Putri Amazon, yang diciptakan dari Ratu dan (Perawan) Hyppolita. Amazon adalah Surga tempat para wanita hidup tanpa pria. Para wanita memiliki kehidupan sendiri, tanpa perlu (atau memerlukan) pria. Pulau firdaus ini, kedatangan pilot pesawat Amerika yang jatuh pada saat perang dunia kedua, dan Wonder Woman, diutus oleh Queen Hyppolyta untuk menyampaikan pesan kepada dunia, tentang persamaan hak atas wanita. Seorang nara sumber (Trina Robbins; Comic Book Writer) mengatakan, Wonder Woman adalah feminis dalam arti sesungguhnya, tanpa perlu ia mengatakan kepada dunia bahwa dirinya adalah seorang feminis. Seorang wanita dapat berbuat sebaik dan sesempurna lelaki, yang menyebabkan kekurangan atau ketidaksempurnaan tersebut adalah kurangnya latihan atau ilmu pengetahuan yang diberikan.
Wonder Woman, dari masa ke masa memiliki pergantian kostum. Pada masa awal Wonder Woman, tidak tampil seseksi seperti saat ini, salah satu nara sumber mengatakan saat ini, semakin sedikit pakaian, semakin banyak area terbuka. Secara pribadi, saya melihat hal ini tidak hanya berlaku pada Wonder Woman, bahkan pada tiap Super Heroine dunia. Contoh pada tampilan Elektra awal hingga saat ini, atau pada tampilan Supergirl (sama-sama dari DC Comics), dan lain-lain. Tentu hal ini menyiratkan bahwa kebutuhan dunia yang dulu dan saat ini telah berbeda.
Pada VCD tersebut, terdapat pernyataan menarik; bahwa kalau kita memperhatikan Wonder Woman, ia tidak akan dapat melepaskan diri dari ikatan (tali) sekalipun, apabila yang mengikat adalah pria. Hal ini menyiratkan bahwa, William Moulton Marston ingin mengatakan patriakhi adalah hal yang niscaya…Tapi sebagai pencipta lie detector – dalam Wonder Woman diibaratkan dengan laso yang dimiliki Wonder Woman – ia juga mengakui bahwa setiap penganut patriakhi atau/terutama lelaki, ingin mendapatkan pendamping yang sempurna…sekalipun secara fantasi…nah…Wonder Woman…(bersambung) 290808
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) V
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment with Indonesia Subtitling
Release Year : 2003
Hulk (7)
Pada peringkat ketujuh, ditempati oleh Hulk, yang diciptakan oleh Stan Lee. Stan Lee pada CD ini dibaptist sebagai Comics Godfather. Saya setuju dengan pendapat tersebut, mengingat, tidak hanya Hulk, tapi beberapa super heroes lain, diciptakan oleh Stan Lee. Dedengkot Marvel (konon kabarnya sempat pindah dari Marvel?) ini menciptakan tokoh-tokoh yang tidak biasa, dan menjadi panutan bagi banyak orang.
Warna Hulk yang hijau, menurut Stan Lee, bukanlah warna yang dipikirkan secara matang. Super Hero perlu berkostum, pada awalnya Hulk berwarna kelabu, tapi karena kegagalan proses pewarnaan, terjadi beberapa warna Hulk yang berubah-ubah. Stan Lee ketika itu menanyakan kepada para staffnya, warna apa yang belum dipakai oleh Super Hero (Marvel) saat itu, akhirnya diketahui Hijau, jadilah Hulk hijau. Pada awalnya warna hijau hanya terjadi apabila perubahan Hulk diakibatkan kemarahan besar si manusia bersangkutan, tapi seiring dengan waktu, warna itu seperti menjadi trade mark Hulk.
Saya hanya memiliki beberapa buah komik Hulk, jadi tidak dapat berpendapat banyak, apalagi versi yang saya miliki (seingat saya) versi yang biasa-biasa saja. Tapi, karena masukan dari CD, saya jadi berasumsi bahwa penciptaan She-Hulk (edisi wanita dari Hulk) merupakan bagian dari kerja keras Stan Lee untuk memanusiakan Hulk. Sebab pada She-Hulk, seingat saya dikisahkan pula bahwa She-Hulk sempat tampil modis (bandingkan ketika Wonder Woman juga tampil sebagai bintang televisi; di salah satu edisi komiknya). Bagaimana pendapat Anda?…. (bersambung) 280808
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) IV
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Akira (8)
Pada peringkat ke delapan, Akira, Komik Jepang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manga. Manga, menurut VCD ini, dapat berarti irresponsible picture, atau gambar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (ini penerjemahan bebas ala saya pribadi). Bisnis Manga di Jepang, pada masa VCD ini dibuat, menghasilkan laba 6 milyar dollar Amerika, atau setara (menurut Discovery) dengan laba bisnis komik di negara-negara non Jepang dikumpulkan menjadi satu.Maka dapat dianggap bahwa komik, dalam tataran budaya Jepang, atau mungkin dalam tataran budaya baru Jepang, adalah media penyebaran informasi maupun wacana yang menjanjikan.
Akira bercerita tentang salah seorang anak yang diikutsertakan pada program pelatihan mliter tertentu, dan mendapatkan kekuatan yang sama sekali tidak dapat ia kontrol. Maka, siapa pun yang dapat menguasai Akira, dianggap (ditakdirkan) dapat menguasai dunia. Alhasil, Akira menjadi rebutan di antara manusia. Kekuatan Akira tercipta dari hasil eksperimen militer, dan diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan damai di militer, tapi hal itu bertolak belakang dengan hasil yang telah mereka dapatkan. Akira tumbuh menjadi kekuatan yang tidak dapat dikontrol, bahkan oleh pemiliknya sendiri.
Seorang fan Akira menyatakan bahwa Akira dapat diterima dengan baik di Jepang, karena menampilkan sisi manusiawi dari manusia serta menampilkan gambar tokoh yang menarik. Sementara Jonathan Clements; seorang Manga Expert, menyatakan bahwa berkembangnya Manga di Jepang, tidak lepas dari pemberontakan atas budaya Jepang yang “cenderung dianggap” mengekang kebebasan berekspresi pada saat Manga dipopulerkan.
Secara pribadi, saya belum pernah membaca Akira, saya masih jauh lebih mengenal Kungfu Boy, atau manga dewasa dari Komik Jepang dibandingkan Akira. Untuk komik dari Timur, saya lebih suka membaca dan memiliki komik-komik Hongkong seperti karya Tiger Wong dan yang klasik Aisha Tiger Lady (masih ada sambungannya gak sssiiihhh?…hiks) Boleh jadi, mulai saat ini saya akan mencoba mencermati Akira….(bersambung) 270808
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) III
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
WITCHBLADE (9)
Pada urutan ke sembilan, Sara Pezzini, seorang polisi wanita dari Kota New York, mendapatkan berkah (?) kekuatan super power, atas temuan Sarung Tangan Pusaka, yang memang mencari “pemakainya”. Sarung Tangan ini tidak hanya mengharuskan Sara untuk berubah menjadi Witchblade, melainkan juga ia harus dapat mengontrolnya.
Sara Pezzini atau Witchblade, dari Top Cow Comics. Selalu tampil seksi, secara gambar, kualitas detail yang saya tangkap dapat diacungkan jempol. Lekuk tubuh wanita, sebagai bentuk keindahan alamiah yang harus diapresiasi siapa pun juga, tampil hidup. Witchblade, menurut salah seorang nara sumber dalam VCD ini, tampil tidak biasa, “berdada besar, tapi berpinggang kecil”… Keseksian Witch Blade berbeda dengan keseksian Sara Pezzini. Pada komik yang saya miliki, tampilan Sara pada sisi manusiawinya, jauh lebih indah dibandingkan dengan tampilan Witchblade. Mungkin karena “sisi artefak” dari sarung tangan, yang membuatnya seperti sesuatu yang “kuno”.
Sara Pezzini, diapresiasi tidak hanya oleh penggemar komik pria, melainkan juga wanita. Hal ini menurut salah seorang nara sumber, karena ia menegaskan bahwa wanita, dapat tetap tampil perkasa, tanpa harus menghilangkan keindahan kewanitaan yang ia miliki. Tampilan gambar – gambar Sara Pezzini dan Witch Blade pada VCD ini, mungkin dapat menggambarkan bahwa detail adalah hal yang indah…
Secara pribadi, saya memiliki komik Witchblade, membelinya karena tampilan gambarnya, wanita cantik dan seksi (maaf, pada saat itu saya tidak memperhatikan posisi dada yang lebih besar daripada pinggangnya). Dan hingga saat ini, saya tetap memprioritaskan Witchblade dalam perburuan komik saya, setelah Wonder Woman… Untuk super hero pria…pilihan saya, akan bersinggungan dengan pilihan Discovery Channel…..O ya bagaimana dengan pilihan Anda?…. (bersambung) 260808
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) II
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
TINTIN (10)
Pada VCD ini, disebutkan bahwa Herge mengapresiasi tampilan yang ia suguhkan kepada pembaca Tintin, sebagaimana tampilan kenyataan yang ada di dunia. Digambarkan ketika panser yang ada dalam salah satu episode Tintin, sama dan hampir sebangun dengan panser pada dunia nyata, kapal selam pada episode Harta Karun Rackham Merah, sama seperti kapal selam yang pernah dikenal dunia pada masa awal kapal selam, dan beberapa tampilan yang identik dengan dunia nyata.
Tintin adalah satu-satunya pahlawan tanpa kekuatan super pada Top Ten Comic Heroes, hal ini menunjukkan bahwa siapa pun, pada kehidupan dirinya dapat menjadi pahlawan, dengan memaknai tiap pengalaman yang ia miliki secara lebih detail, lebih investigatif. Para nara sumber pada VCD ini mengapresiasi Tintin, yang dapat diterima oleh pembaca, baik pada kalangan pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak. Mereka juga menyampaikan bahwa Snowy, Haddock dan Calculus, beserta si Kembar Thompson, juga ikut menyemarakkan Tintin, tanpa harus Tintin kehilangan peran besarnya dalam suatu episode cerita.
Top Ten Comics Book Heroes (VCD) I
(VCD)
with Indonesia Subtitling
Production Manager : Julia Baldwin
Producer : Duncan Mc Alpine
Director : Richard Belfield
Producer : Fulcrum TV for Discovery Channel
Indonesian Licensee : Medialine Entertainment
Release Year : 2003
Abad 2000, disemarakkan dengan tokoh kepahlawanan, yang tidak hanya dikenal dari daerah mereka berasal, melainkan dikenal luas oleh dunia. Kepahlawanan kali ini, tidak hanya mengemuka pada tataran manusia biasa melainkan juga pada rangkaian pahlawan fantasi. Mereka diangkat ke dunia; diantaranya melalui komik. Discovery Channel sepertinya memandang perlu untuk mencermati sepak terjang pahlawan komik di dunia. Maka mereka meneliti dan meranking 10 besar pahlawan komik.
10 Besar Rangking Pahlawan Tokoh Komik tersebut adalah
1. Batman (Bruce Wayne) diciptakan oleh Bob Kane ; 1939
2. Spider-man (Peter Parker) diciptakan oleh Stan Lee
3. X-Men diciptakan oleh Stan Lee
4. Superman (Clark Kent) diciptakan oleh Joe Siegel dan Schuster ; June 1938
5. Judge Dredd
6. Wonder Woman (Diana) diciptakan oleh William Moulton Marston
7. Hulk, diciptakan oleh Stan Lee
8. Akira (Manga; Japanese Comic)
9. Witchblade ; TopCow Comics
10. Tintin diciptakan oleh Herge
Dalam tampilan video ini, Discovery menampilkan nara sumber yang memiliki kompetensi tinggi dalam hal komik modern, seperti Stan Lee (kreator dari Hulk, Spider-man, X Men), George Perez (penulis komik) Marc Silvestri (kreator dari SHI), Paul Gravett (sejarahwan komik), Rachel Burke (cendekiawan komik/comic expert), termasuk Elizabeth Kane (anak dari Bob Kane; kreator Batman). Untuk Manga, nara sumber yang tampil adalah Jonathan Clements (cendekiawan manga; manga expert)
Pada tiap tokoh, nara sumber memberikan komentar, sejarah, apresiasi, bahkan visi dan misi dari keberadaan tokoh komik bersangkuntan. Salah satu visi dan misi yang menarik untuk dicermati adalah X Men dari Stan Lee. Ia mengatakan bahwa X Men adalah komik moral, yang dapat mengajarkan kepada kaum muda untuk tidak membeda-bedakan agama, ras atau pun warna kulit. Selain itu, pencipta Wonder Woman, adalah seorang psikolog, yang juga menciptakan Lie Detector…maka Wonder Woman dapat dianggap sebagai bentuk “keinginan terdalam atau fantasi manusia – baik laki maupun perempuan – tentang ia ingin menjadi siapa atau siapa yang sempurna”..
Mungkin banyak di antara kita yang kecewa, karena tokoh komik yang ia sukai, tidak termasuk dalam top ten comic heroes dari Discovery Channel, tapi bukan berarti komik atau tokoh yang Anda minati tidak baik, sebut saja Supergirl dan Wondergirl (DC Comics) Ms.Marvel, Black Cat, Captain America (Marvel) SHI (Image Comics), dan lain-lain.
Berdasarkan data yang ditampilkan, hanya satu tokoh atau pahlawan komik yang tidak memiliki kekuatan super, yaitu Tintin. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa keberadaan kita sebagai manusia, sepertinya tetap memerlukan tokoh fantasi, yang seringkali memiliki kekuatan yang tidak sama atau tidak mungkin untuk kita miliki…
VCD ini layak untuk dicermati, terutama bagi para kolektor komik, untuk menambah khazanah tentang komik apa yang layak ia buru, selain komik yang tentu-nya ia minati… (bersambung) 250808